Senin, 14 Maret 2011

KUNJUNGAN KOMISI B DPR KE KELP. TANI TANI RASA

Kelp. Tani Tani Rasa merupakan salah satu kelompok yang hari ini menerima kehormatan berupa kunjungan dari Komisi B DPR kab. Malang, yang kebetulan juga dikelompok ini terdapat salah satu bantuan dari dinas berupa Lumbung Pangan.
Ketua kelompok Bp. Lyon Suyono mengawali diskusi menyampaikan bahwa beliau bersama pengurus kelompok lainnya merasa terhormat dengan kunjungan dari Komisi B DPR Kab. Malang serta bersedia untuk menerima support ataupun motivasi serta pembinaan dari anggota komisi B DPR kab. Malang.
Kunjungan yang dihadiri oleh Pengurus kelompok tani, Kepala Desa Senggreng, Sekretaris Camat beserta staf kecamatan lainnya. Serta Ka UPT dan seluruh PPL Kec. Sumberpucung dan juga Kabid Ketahanan Pangan dari BKP3.
Kepala desa juga menyampaikan bahwa beliau cukup bangga dengan adannya kelompok tani Tani Rasa ini karena ini merupakan kelompok terbaik yang dimliki oleh desa senggreng.
Selain Kepala desa, Kabid Ketahanan Pangan menyampaikan bahwa kelompok tani Tani Rasa ini merupakan salah satu kelompok yang menerima bantuan lumbung berupa bangunan atau gudang yang berkapasitas 15 ton. Dan semoga kunjungan ini dapat dijadikan sebagai motivasi ataupun dorongan bagi kelompok agar menjadi lebih baik lagi.
Tujuan komisi B kesini adalah dalam rangka kunjungan kerja meninjau Lumbung Pangan yang ada di kelompok Tani Tani Rasa desa senggreng ini. Dengan adanya Lumbung ini menunjukkan bahwa kinerja kelompok dan juga keadaan yang ada dikelompok khususnya dan desa senggreng umumnya adalah lebih baik dari kelompok ataupun desa lainnya.
Komisi B disini yang membidangi bidang pangan berharap kelompok menyampaikan apa saja yang dibutuhkan oleh kelompok dan kemudian akan menyampaikan pada BKP3 bagaimana penyelesaian dari masalah tersebut. Dan komisi B disini merupakan Pembina sehingga kita disini akan membantu kelompok menjadi lebih baik.
Sesuai dengan visi dan misi dari Bupati kab. Malang adalah menjadikan malang sebagai lumbung pangan, serta menjadikan malang sebagai lumbung pangan yang kuat maka kami sebagai leading sector dari ketahanan pangan kami akan memberikan support dan motivasi kepada kelompok jadi kelompok bisa mengutarakan masalah ataupun kendala yang dihadapi dalam menjalankan lumbung pangan dikelompok tani ini.
Ketua juga memaparkan bahwa pada th 2007 kami pernah mendapat pinjaman dari pemerintah sejumlah 25 juta dengan bunga 6% dan kami sdh mengembalian. Kemudian pada th 2008 dapat pinjaman lagi 2 kali senilai 45 juta. Pemasukan kami per th bisa mencapai 7 juta, tapi dana tersebut kami kembalikan lagi kepada masyarakat berupa bangunan pengairan dll. Seperti pada tgl 5 kemarin pembangunan saluran air.
Masalah yang kita hadapi di kelompok kami ini saat ini adalah belum ada penggilingan dan lantai jemur karena selama ini kami masih meminjam RMU milik saya pribadi dan untuk penjemuran kami pinjam lantai jemur pada masyarakat sekitar.
KAmi menyediakan apa saja yang dibutuhkan petani termasuk mungkin petani butuh Perontok, Traktor dsb. Yang jelas dari pinjaman ini seperti simpan pinjam kami menolong petani dari pinjaman dengan bunga yang terlalu tinggi karena saat mereka belum bisa membayar pinjamannya kami memotong dari hasil panen mereka. Dan kami menyarankan kepada petani untuk melakukan tunda jual hasil panen mereka dengan menitipkan sebagian hasil panen merka pada lumbung modern ini.








Komisi B menyatakan bahwa mereka salut pada kelompok karena kelompok bisa memberikan dampak positif pada petani sehingga petani mau menyisihkan hasil panen mereka untuk tunda jual dan menerapkan tanam serempak dalam beberapa jumlah luasan. Meskipun sekarang biaya untuk upah buruh tani saat ini sdh mencapai 15 rb setengah hari belum lagi ditambah dengan makan rokok dsb, tapi dengan adanya motivasi dan pembinaan dari Penyuluh mampu mengubah pola pikir dari petani yang ada di kelompok tani ini.
Penyuluh menyampaikan bahwa kami PPL memerlukan mekanisasi yang baik dalam menyampaikan

Selasa, 08 Maret 2011

PERTEMUAN RUTIN PAGUYUBAN " TANI LESTARI " KECAMATAN SUMBERPUCUNG

Pertemuan rutin paguyuban Tani Lestatri dilaksanakan setiap rabu wage dan mengenai tempatnya dilaksanakan secara anjangsana berpindah pindah dari tempat anggota yang satu ke tempat anggota yang lain selama satu bulan sekali.
Dinas yang hadir diantaranya dari Dinas Pengairan dan Penyuluh.
Pertemuan bulan maret 2011 ini bertempat di rumah pak juwito desa Sumberpucung.
Permasalahan yang dibahas adalah masalah air. Kondisi sekarang air tersedia melimpah.tetapi petani wilayah desa karangkates dan sumberpucung dianjurkan oleh pengurus paguyuban tidak menanam padi gadu, karena dikawatirkan air tidak cukup pada pertengahan tanam.Ketua paguyuban menganjurkan untuk menanam jagung dengan model kemitraan dg perusahaan pembenihan jagung hybrida diantaranya PT Dupont, Pt Monsanto, Pt BISI atau PT SYNGENTA.
Informasi yang disampaikan penyuluh didalam pertemuan tersebut tentang permasalahan permasalahan kemitraan jagung pembenihan yang ada di sumberpucung dan penanaman padi gadu perlu dipertimbangkan masak masak terkait dengan ketersediaan air. Selain itu Penyuluh juga menyampaikan tentang kewaspadaan terhadap perkembangan hama wereng perlu ditingkatkan, karena dibeberapa wilayah desa kecamatan Sumberpucung suda ada yang terserang hama wereng coklat dan wereng hijau.
Permasalahan yang muncul didalam diskusi pertemuan tersebut antara lain :
1.Anggota kelompok Pak Dindit menanyakan kapan waktu sosialisasi dari pembenihan jagung hibrida, karena baynyak kelompok tani sudah banyak yang tanya tentang hal itu.

KEGIATAN KELOMPOK TANI DAN GAPOKTAN KECAMATAN SUMBERPUCUNG






STUDI BANDING KE SRAGEN

Senin, 07 Maret 2011

Pengendalian Hama Tikus Kelompok Ngudi Makmur Ternyang










Menjelang MK 2011, hari selasa tanggal 8 Maret 2011 jam 06.00 Wib Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Ternyang mengadakan gerakan bersama pengendalian hama tikus di Blok Jaten dengan luas areal 7 Ha. Pengendalian menggunakan kompor tikus dengan bahan bakar minyak tanah dan kompor tikus dengan bahan bakar gas elpiji hasil modifikasi anggota kelompok, serta mercon tikus.Pengendalian menggunakan kompor tikus dilakukan dengan cara menempatkan belerang diujung liang tikus kemudian dibakar dan liang ditutup. Pengendalian menggunakan mercon tikus,mercon dimasukkan ke dalam aplikator kemudian sumbu mercon dibakar aplikator dimasukkan ke dalam liang aktif. Kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus dan anggota Kelompok Tani, Ka UPT, PPL, POPT, Mantri Tani, Perangkat desa dan berhasil mendapatkan 187 ekor tikus.
Pengendalian ini diharapkan dilaksanakan berkesinambungan dan terus menerus.

Selasa, 18 Mei 2010

K T N A


Pertemuan rutin KTNA ( Kontak Tani Nelayan Andalan ) kecamatan Sumberpucung dilaksanakan di rumah ketua kelompok tani Rukun Tani ( Riyanto ) desa senggreng dihadiri oleh seluruh ketua kelompok tani , PPL, juru pengairan, PTP2 , distributor pupuk Kaltim (CV Limakajaya) dan perusahaan pembenihan jagung hibrida ( PT Dupont, PT Symgenta, PT Monsanto )
Pada pertemuan tersebut membahas :
1. Pengajuan PUAP ( Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan ) untuk 3 Gapoktan :
- Gapoktan Trubus desa Ternyang
- Gapoktan Sri Rejeki Senggreng
- Gapoktan Murih Rejeki desa Jatiguwi
2. Validasi kelompok tani,
- Suko Makmur Kelompok tani ikan desa Sumberpucung
- Asor Jaya kelompok tani ikan desa Jatiguwi
- Sido Panen kelompok tani ikan desa Sambigede
- Nelayan Indah Makmur kelompok tani ikan desa Ternyang
- Jaya Makmur kelompok peternakan desa Senggreng
3. Pertanian Organik tahun 2010
- Penggunaan pupuk an organik tidak melebihi paket dari pemerintah
- Anggota kelompok tani agar menambahkan penggunaan pupuk organik (pupuk kandang,
MOL, pupuk hijau)
4. Ketersediaan air secara umum mencukupi dengan debit 70.000 liter/detik
5. Penanaman padi Gadu pada musim Kemarau 10 % dari luas sawah
6. Persiapan SLPTT tahun 2010 , uang yang akan ditransfer kerekening kelompok hanya
untuk pembelian pupuk dan biaya pertemuan
7. Penyusunan RDKK pupuk Kaltim periode Mei s/d Agustus 2010 dengan mencantumkan
NPK Pelangi, Ze Organik
8. Harga jagung pembenihan tahun 2010 belum ada perubahan yaitu :
- PT Dupont Rp 3.000 / kg glondong basah, pinjaman maksimal Rp 3.500.000
- PT Syngenta Rp 2.800 / kg glondong basah, pinjaman maksimal Rp 3.200.000
- PT Monsanto, Rp 2.100 / kg glondong basah, pinjaman maksimal Rp 2.500.000

Selasa, 04 Mei 2010


SEKOLAH LAPANG PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (SLPTT)
BALAI PENYULUHAN KECAMATAN SUMBERPUCUNG
TAHUN 2009
SLPTT merupakan suatu cara untuk mengembangkan sumberdaya manusia agar petani mandiri dan mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam berusaha tani khususnya padi dan jagung.
Tujuan :
- meningkatkan produksi padi 10 %
- meningkatkan ketersediaan / ketahanan pangan ( beras )
Sasaran :
Melalui program SLPTT sasaran produksi padi non hibrida 67,82 kw/ha GKG
Waktu Pelaksanaan :
Kegiatan SLPTT dilaksanakan mulai bulan April 2009 sampai dengan April 2010
Materi Sekolah Lapang :
- Uji Tanah Sawah
- Pengamatan Agroekosistem
- diskusi kelompok
- presentasi
- Fase pertumbuhan tanaman padi
- cara penggunaan BWD (Bagan Warna Daun)
- cara membuat Mol (Mikroorganisme lokal)
- cara membuat bokasi
- cara membuat pestisida nabati
- cara ubinan
- pasca panen
- dinamika kelompok
- temu lapang
Hasil panen ( produksi ) wilayah binaan Sumberpucung
1. Kelompok tani Tirto Aji
Laboratorium Lapang ( LL ) 7,6 ton /ha gkg
Kawasan dampak 7,07 ton/ha gkg
2. Kelompok tani Kismo Aji
LL 8,7 ton/ha gkg
dampak 6,60 ton/ha gkg
3. Kelompok Sumber Makmur II
LL 8,30 ton/ha gkg
dampak 7,70 ton/ha gkg
4. Kelompok tani Sumber Makmur I
LL 7,10 ton/ha gkg
dampak 6,64 ton/ha gkg
5. Kelompok tani Suko Makmur
LL 9,40 ton/ha gkg
dampak 8,20 ton/ha gkg